Latihan soal pemahaman keanekaragam hayati
KEANEKARAGAMAN HAYATI
KELOMPOK 1
1. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan…………
2. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang
disebut ……..
3. Sebutkan dan jelas 3 macam keanekaragaman hayati!
4. apa yang dimaksud dengan …..
a. variasi
b. plasma nutfah
c. lingkungan biotik dan abiotik
5. Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati, misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan ukuran biji.
Kelompok 2
1. Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies)
Lima (5) jenis biji kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, kacang kapri, kacang panjang.
2. apa yang dimaksud dengan …..
a. keanekaragaman hayati ekosistem
b. keanekaragaman hayati jenis/spesies
3. Hutan bakau di Kalimantan, hutan hujan tropis di Jawa Barat, dan savanna di Papua, merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat …….
4. apa yang dimaksud dengan …..
a. variasi
b. plasma nutfah
c. lingkungan biotik dan abiotik
5. Jelaskan pendapat anda tentang kenapa kita harus memelihara keanekaragaman hayati di indonesia?
Keanekaragaman hayati
Kita seringkali mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran kita mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Continue reading
Latihan Pemahaman konsep
KEANEKARAGAMAN HAYATI
KELOMPOK 1
1. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan…………
2. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang
disebut ……..
3. Sebutkan dan jelas 3 macam keanekaragaman hayati!
4. apa yang dimaksud dengan …..
a. variasi
b. plasma nutfah
c. lingkungan biotik dan abiotik
5. Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati, misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan ukuran biji. Continue reading
Keanekaragaman hayati(biodiversitas)
Seringkali mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran kita mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Continue reading
Halo dunia!
Selamat Datang di smamda.org. Berikut adalah kiriman tulisan pertama anda. anda dapat mengedit atau menghapusnya, kemudian memulai dengan tulisan anda sendiri!
Sekolah Tidak Lelah Untuk Meningkatkan Kualitas
Sekolah Terus-menerus memperbaiki kualitasnya. Pemerintah terus mendorong sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Salah satunya adalah sekolah rSBI harus memiliki sertifikasi ISO Continue reading
Virus
Di Dalam Al qur’an Surat Al Imran ayat 91;
Artinya :”Orang-orang yang mengingat Allah (sambil) berdiri, duduk
Dan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
Bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan
(Semua) ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka peliharalah
Kami dari siksa nereka.
Materi Virus
1. Pendahuluan
2. Sejarah penemuan ilmuwan ttg virus
3. Ciri-ciri virus/karakteristik virus
4. Struktur tubuh virus
5. Reproduksi virus
6. Peranan virus dalam kehidupan
a. Virus yang merugikan dalam kehidupan (manusia, tumbuhan dan hewan)
- Virus yang menguntungkan bagi kehidupan.
1. Pendahuluan
Kita sering mendengar, melihat atau membaca istilah kata “virus” pasti dalam pikiran kita tentang penyakit yang ditimbulkannya. Memang tidak salah kalau Anda berpikir bahwa virus berhubungan dengan penyakit, karena selama ini kita mengenal virus sebagai penyebab berbagai penyakit, seperti influenza, cacar, polio, AIDS, HIV, TMV, H5N1 bahkan yang terjadi baru-baru ini adalah flu babi atau yang dikenal dengan “ H1N1”. Akan tetapi semakin majunya ilmu dan teknologi, ternyata virus juga dapat bersifat menguntungkan sebagai salah satu vektor (pembawa gen) dalam proses rekayasa genetika dan sebagai penyebab mutasi yang menguntungkan.
Virus adalah organisme aselular (bukan sel) yang tidak memiliki organel-organel.
Virus merupakan parasit sejati, tidak memiliki “mesin” biosintetik sendiri. Tubuhnya hanya
terdiri dari selubung protein dan isi yang terdiri dari DNA saja atau RNA saja.
Ilmu tentang Virus disebut Virologi. Virus (bahasa latin) virion yang berarti racun
2. Sejarah Penemuan Virus
1. Edward Jenner (1749-1823) adalah ilmuwan pertama yang berhasil menemukan vaksin mencegah penyakit cacar (variola). Penyakit cacar (variola) disebabkan virus.
2. Louis Paster adalah ilmuwan Perancis yang berhasil menemukan pusat infeksi penyakit terdapat pada otak dan medula spinalis. Selain itu, ia juga mampu memindahkan infeksi tsb ke hewan percobaan di dalam laboratorium.
3. Adolf Meyer (jerman), 1883 adalah ahli mikrobiolog bahwa : daun tembakau berbintik-bintik kuning à organisme lebih kecil dari bakteri. Buktinya : menyemprotkan getah tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat ternyata tertular.
4. Dimitri Ivanowsky (Rusia), 1893. ahli botani à tanaman tembakau terkena penyakit mosaik. Kemudian menyaring melalui pori-pori yg sgt halus ternyata masih mampu menginfeksi daun tembakau.
5. M.W. Beijerinck, 1897.( Belanda) penyakit tembakau mengandung jasad hidup yang disebut virus.
6. Wendell Stanley (Amerika Serikat), 1935. berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.
7. Loffler dan Forsch (1897) ilmuwan dari Jerman Virus yang menyerang hewan yakni penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak.
8. Reed (1900) menemukan virus menyebabkan penyakit demam berdarah pada manusia. Penyakit disebabkan nyamuk Aedes aegypti.
9. Laidraw dan Stuart Harris (1933-1936) Menemukan virus influenza.
10. Jonas Salk (1953) menemukan vaksin pencegah penyakit polio.
3. Karakteristik Virus/Ciri-ciri virus
Virus memiliki karakteristik/ciri-ciri sebagai berikut :
a. Ukuran tubuhnya rata-rata : 0,02-0,3 mikron
atau juga : 25-300 mikron (1 nanometer=1/1.000.000.000 m)
Virus yang berukuran paling kecil adalah Virus polio (poliovirus).
b. Struktur tubuh : DNA(deoxyribonucleic acid)/RNA(ribonucleic acid) yang dikeliling lapisan : kapsid (merupakan suatu selaput tersusun dari unit-unit protein disebut kapsomer.
c. Bentuk tubuh beranekaragam : bersegi banyak memanjang (flamen), bentuk T dan bentuk batang (silindris) & virus bulat.
d. Virus mempunyai dua fase yaitu di dalam sel inang atau di luar sel inang . Sel inang yaitu : sel makhluk hidup yang diinfeksi oleh parasit.
e. Virus dapat dikristalkan, tetapi apabila berada pada sel dan jaringan hidup mampu mengadakan replikasi, maka virus dapat disebut sebagai makhluk peralihan.
f. Pada umumnya virus tidak mempunyai membran plasma, sitoplasma, dan ribosom sehingga belum disebut sebagai sel.
Contoh-contoh Karakteristik Virus
Contoh : Virus bulat (influenza virus)
Virus oval (virus rabies (rabies virus)
Virus yg batang (virus mozaik tembakau (Tobaco mosaic virus/TMV).
Virus yg bentuk polihidris misal : Adenovirus (penyebab penyakit demam).
Virus yg bentuk T, Misal : virus yang menyerang
bakteri (bakteriofage atau disingkat fage.
4. Struktur dan Fungsi
|
Bagian-bagian partikel virus (virion)
|
||||||||||
|
||||||||||
|
||||||||||
Bagian-bagian struktur virus:
1. Pembungkus atau selubung (kapsid) yang tersusun oeh protein, satu unit pembentuk kapsid disebut kapsomer.
2. Bahan inti yang terdiri dari asam nukleat, yaitu terdiri dari DNA saja atau RNA saja. Asam nukleat berfungsi untuk mengendalikan aktivitas replikasi (reproduksi) virus.
3. Kepala yang tersusun atas nukleokapsid yang berbentuk polihedral (segi banyak), yaitu di sebelah dalam terdapat asam nukleat dan diluar tersusun atas kapsid.
4. Pada beberapa virus, bagian sebelah luar dari kapsid diketemukan adanya selubung virus (envelope) atau membran yang menyelubungi kapsid yang berasal dari membran inang. Selubung ini tersusun atas fosfolipid dan protein dari sel inang serta protein dan glikoprotein dari virus. Selubung virus berfungsi untuk membantu menginfeksi sel inang dan membawa beberapa molekul enzim.
Gambar : Struktur Virus
Gambar Virus:
Bentuk-bentuk Virus:
Influenza Oval
PENULARAN
Manusia terinfeksi virus H1N1 dari babi melalui kontak langsung atau via benda-benda yang terkontaminasi. Flu babi menular dari manusia ke manusia, lalu bercampur dengan virus flu manusia lewat udara (bersin, batuk).
PENCEGAHAN
* Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk/bersin. Buang tisue ke tempat sampah.
* Cuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Bisa juga gunakan tisu alkohol.
* Hindari kontak dengan penderita flu.
* Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah.
* Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.
* Jangan memakan daging babi yang telah terinfeksi flu H1N1. Masaklah daging babi pada suhu minimal 70 derajat Celcius agar semua virus dan bakteri mati.
VAKSINASI
Sama dengan flu burung (H5N1). Gunakan antivirus oseltamivir (Tamiflu), zanamivir, mantadine, dan rimantadine. Vaksin tersebut hanya efektif jika diberikan pada tahap dini saat infeksi sel paru-paru belum terlalu parah.
5. Reproduksi/Replikasi Virus
Virus menunjukkan ciri kehidupan, yaitu reproduksi dalam sel organisme. Sel tempat organisme disebut : sel inang. Maka virus dapat hidup secara parasit.
Maka cara reproduksi virus terdiri dari 2 tahap yaitu :
1. Tahap pertama Siklus Litik, yang mempunyai 5 (lima) tahap yakni :
a. Tahap adsorpsi (Penempelan)
b. Penetrasi (
c. Sintesis
d. Pematangan
e. Lisis
Lihat pada gambar 1. (siklus litik)
2. Siklus lisogenik
• Siklus ini diberi nama lisogenik karena sel inang pada tahap akhir siklus tidak mengalami kerusakan atau kematian.
• Sel inang dapat bertahan dan tidak rusak pada akhir siklus karena disebabkan sel inang mempunyai ketahanan diri terhadap serangan virus maka disebut virulensi.
• Pada siklus lisogenik mempunyai empat (4) tahap yaitu;
1. Adsorbsi (penempelan)
2. Penetrasi (Penyuntikan)
3. Penggabungan karena pada fase ini DNA menyisip ke dalam DNA bakteri sehingga DNA bakteri mengandung materi genetik virus. DNA virus yang telah menyisip pada DNA bakteri tidak dapat aktif untuk mengambil alih kendali metabolisme dari DNA bakteri, dikarenakan bakteri mempunyai virulensi. DNA virus yang menempel pada DNA bakteri dan tidak aktif disebut : Profage.
4. Pembelahan (Cleaveage)
Pada fase ini, profage akan berada di dalam tubuh bakteri selama bakteri masih mempunyai virulensi. Ketika sel bakteri mengalami pembelahan, DNA virus juga ikut terkopi sehingga terbentuklah dua sel bakteri yang masing-masing mengandung profage. Pembelahan sel bakteri dapat berulang-ulang dalam beberapa generasi dan profagenya juga akan terbagi dalam beberapa generasi dan profagenya juga akan terbagi dalam beberapa generasi.
Perbedaan antara Siklus litik dan lisogenik:
| No | Variabel Pembeda | Siklus Litik | Siklus Lisogenik |
| 1. | Kondisi awal Bakteri (sel inang) | Non virulen | Virulen |
| 2 | Jumlah tahapan | 5 tahap : adsorbsi, penetrasi, Sintesis, pematangan dan lisis | 4 tahap : adsorbsi, penetrasi, pengabungan dan pembelahan |
| 3 | Kelanjutan siklus | Terhenti, karena sel inangnya rusak/mengalami lisis | Dapat dilanjutkan dengan siklus litik jika virulensi bakteri hilang |
| 4 | Kondisi akhir bakteri (sel inang) | Mengalami lisis (mati) | Tidak mengalami lisis (tidak mati) |
6. Peranan Virus bagi kehidupan
A. Virus yang merugikan :
1) Penyakit pada manusia disebabkan virus :
§ Influenza(flu) à menyerang saluran pernapasan. Gejala penyakit antara lain : pilek, batuk, pening.
§ Cacar : disebabkan oleh virus Herpesvirus varicella.
§ Campak : disebakan oleh virus paramyxovirus. Gejalanya seperti : demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.
§ Hepatitis (pembengkakan hati). Ada 3 macam virus hepatitis yakni A,B dan C (non A dan non B). Yang paling berbahaya adalah virus B, gejalanya : demam, mual, dan muntah serta muncul gejala penyakit kuning.
§ Polio, pada umumnya menyerang anak-anak. Gejalanya : demam, sakit kepala, tidak enak badan, mengantuk, sakit tenggorokan, mual dan muntah.
§ Herpes, menyerang membran lendir di mulut, alat kelamin, mata dan kulit.
§ Rabies (gila anjing) menyerang sistem saraf pusat penderita. Gejala rabies pada manusia : sakit kepala, gugup, demam, lesu.
§ AIDS (Aquired Immune Defticiency Syndrome) virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus) terhadap sel darah putih sehingga tubuh tidak dapat melawan bibit penyakit yang masuk ke tubuh.
§ Ebola, pernah mewabah di Zaire, Afrika tahun 1995. Virus ini disebabkan pendarahan hebat pada penderita. Gejala adalah sakit kepala, muntah darah, dan kerusakan jaringan tubuh.
§ Virus DHF (dengue hemoage fever); menyebabkan demam berdarah.
§ Virus trakom; ditandai dengan bintik- bintik merah pada selaput mata.
§ Poliomeylitis ; (virus ARN) Faring dan usus halus, kemudian darah: neuromotorik di vertebrata/tulang punggung.
2) Penyakit pada hewan disebabkan virus :
a. NCD (New Castle Disease) penyakit menyerang saraf ternak unggas, misalnya : ayam dan itik sering disebut : tetelo atat cekak.
b. RSV (rous sarcoma virus) penyakit kanker pada ayam.
c. FMD (Foot and Mouth Disease) penyakit ini menyerang kuku dan mulut
hewan ternak seperti : kerbau, sapi, domba dan kuda.
d. Rabies (Rabdovirus) penyakit rabies pada anjing, kucing, dan kera.
e. Cacar(vacinia) penyakit pada sapi.
3) Penyakit pada tumbuhan disebabkan virus :
a. Mozaik (bercak-bercak kuning) pada daun tembakau,
disebut TMV (Tobacco Mozaik Virus). Terjadi juga pada
tanaman Tomat.
b. Daun menggulung terjadi pada tanaman kapas dan lobak.
Penyebab penyakit ini virus TYMV.
c. Citrus vein floem degeneration virus (CVPD), menyerang pada
batang jeruk.
d. Virus Tungro, menyerang wereng cokelat, wereng hijau dan padi
e. Potato yellow dwarf virus (PYDV) menyerang tanaman kentang.
f. Virus cacar, menyerang pada daun cengkeh.
B. Virus yang menguntungkan
1). Virus dapat dimanfaatkan dalam bidang rekayasa genetika (vektor mutasi gen) maupun penelitian di bidang kedokteran.
2). Virus yang digunakan untuk memproduksi interferon berfungsi untuk mencegah replikasi virus di dalam sel hospes. Interferon merupakan protein kecil yang dihasilkan oleh sel normal sebagai respon terhadap infeksi virus.
3). Virus digunakan untuk pembuatan vaksin. Vaksin adalah mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan sehingga sifat-sifat patogenitas penyebab penyakitnya hilang, tetapi sifat-sifatnya antigenitas penimbul antibodi tetap.
Ikhlas menuju orang yang Sukses
Ingat…. wahai saudaraku, kata Ikhlas ini kalau kita mendengar, membaca atau bahkan ditanya orang tentang kata ikhlas pasti kita menjawab dengan lantang bahwa saya melakukan dengan ikhlas karena Illahi ta’ala, tetapi kata ikhlas ini sangat berat diterapkan dalam diri manusia. Apalagi antara pikiran dan suara hati sering tidak sejalan. Ikhlas merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Continue reading
Puasa Itu Indah
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1430H/2009M
Puasa tahun ini merupakan puasa yang mengandung makna yang sangat berarti bagi umat muslim. karena tahun ini umat muslim seluruh pensuruh khususnya Indonesia menunaikkan ibadah puasa bersama-sama. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ormas-ormas Islam yakni Muhammadiyah, Nahdathul Ulama, MUI, Persis dl, serta Pemerintah yang mendukung semua ini, dalam mengambil keputusan sangat bermanfaat bagi umat muslim , sehingga dapat menghindari berpecahan di antar kita. sehingga saya katakan puasa tahun ini sangat indah. Oleh karenanya kita bersyukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Hidayat-Nya sehingga semua bisa terwujud. Amiin.
Puasa hukum wajib bagi orang yang mengaku beriman kepada Allah, ini merupakan rukun Islam, sehingga Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya:”Wahai orang-orang yang beriman!Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
Setiap Ramadhan pasti kita mendengar, membaca, menyaksikan para ustadz, Kiai, Ulama menyampaikan materi tentang puasa. Mari kita mencoba introspeksi sejauh mana puasa yang kita laksanakan selama ini, apakah ada membekas pada diri kita atau hanya sekedar kita mengugurkan kewajiban. Ini yang perlu kita kaji mendalam.